Oleh: Kang Thohir*
Di malam laitul qodar
Di ujung pertengahan malam mengantar
Pada malam seribu bulan
Menatap penuh angan
Meraup kebahagiaan
Diguyur hujan lebat
Di kamar sunyi kumendekat
Seakan-akan pintu-pintu terbuka
Di hamparan cinta-Mu yang indah
Aku sebenarnya bingung
Dalam suasana ini
Bergejolak hati
Hingga termenung
Apakah ini malam laitul qodar?
Melambai-lambai asa itu, tapi ‘tak sadar
Bahwa mereka akan menyambutmu
Seperti arunika di pagi hari menyapamu
Bercahaya di langit cinta
Menyejukkan jiwa
Menentukan arahnya
Memberikan pencerahan bak lentera
Meski dilanda hujan deras
Namun rahmat-Nya begitu deras
Di antara kerinduan dan kecintaan
Pada Tuhan Sang Mahacinta
Mengeratkan pada bulan suci ramadan
Bergetarlah jiwa ini
Menatap peristiwa malam itu
Indah ‘tak bisa dijangkau
Melainkan cinta dan mengenal pada-Nya
Hijab pun akan dibuka
Melewati malam-malam itu
Sudah ditentukan
Munculnya fenomena-fenomena alam semesta
Hingga sulit dicerna
Namun indah menatap
Semua akan mendekap
Tangis akan hirap
Melambai kasih dan cinta-Nya, yang penuh harap
Sejuk dan tenang membelainya
Pada rumput-rumput yang bergoyang
Tertiup semilirnya angin
Menepis segala dingin
Tentram, sejuk dan tenang
Suatu keberkahan yang ‘tak terbayang
Laksana burung-burung terbang
Mengitari jagat raya, penuh riang
Semoga malam ini adalah malam laitul qodar
Sehingga aku sadar
Dalam rahmat dan maghfirah-Nya
Menghirup udara segar (keberkahan)
Penuh tegar, jujur, ikhlas dan sabar
Malam laitul qodar..
Brebes, 15 Maret 2026
*Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair), dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya. Kini menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Masih tetap aktif menulis dan semakin semangat ‘tuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis. Selain menulis, Kang Thahir juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan (pengetahuan).
